4. Kita Tidak Sama Dengan Orang Lain
Pernahkah kita berkeluh kesah pada diri kita sendiri “Mengapa orang tua kita tidak sebaik orang tua teman kita, tidak bisa mengerti apa keinginan kita dan perasaan kita?” jika pernah, coba kita ingat-ingat kembali akan nilai-nilai positif dan kebaikan-kebaikan orang tua kita serta hal-hal lain yang tidak dimiliki oleh orang tua teman kita.
Satu hal yang pasti dimiliki orang tua pada umumnya kepada anak-anaknya adalah kasih sayang yang tulus. Namun mungkin yang membuat seorang anak kadangkala merasa orang tuanya tidak sebaik orang tua teman kita adalah karena setiap orang tua memiliki cara yang berbeda untuk mengungkapkan kasih sayangnya pada anak-anaknya.
Sebaiknya, apabila kita sebagai orang tua pernahkah kita mengandaikan anak kita seperti anak orang lain yang bisa membanggakan orang tuanya? Jika pernah, satu hal yang harus kita ingat adalah anak merupakan cermin pribadi dari orang tua. Sehingga apabila kita menganggap anak kita tidak sebaik dan sehebat anak orang lain, bukankah kita juga menganggap kita tidak sebaik dan sehebat orang tua yang lain?.
Kita juga seharusnya menyadari banyak faktor yang mempengaruhi sifat dan karakter seorang anak mulai dari lingkungan, pergaulan di sekolah dan masyarakat, didikan kita sebagai orang tua, dan masih banyak factor lainnya. Sehingga tidak mungkin kita mengharapkan anak kita sama dengan anak yang lainnya. Memang bukan hal yang salah mencontoh sikap baik dan sikap membandingkan orang lain, anak atau bahkan diri kita menjadi lebih baik lagi. Tapi mungkinkah kita menjadi sama dengan orang lain?.
Dengan demikian kita harus menyadari bahwa kita tidak mungkin akan dapat meminta siapapun untuk menjadi seperti orang lain. Bahkan diri kita pun tidak bisa dipaksa untuk menjadi orang lain. Mungkin kita bisa berusaha menuruti tingkah laku orang lain, tapi hal itu bukan berarti kita pasti bisa menjadi sama dengan orang lain. Kita pasti memiliki perbedaan dibandingkan dengan orang lain, dan untuk itu kita juga harus menghargai orang lain yang tentunya tidak mungkin akan dapat menjadi seperti orang lain yang kita harapkan.
Hargailah perbedaan sebagai suatu keunikan, karena kita bukan orang lain. Jika kita melihat orang-orang disekitar kita banyak yang tidak berhasil dalam melakukan suatu hal, bukan berarti kita juga akan mengalami hal yang sama juga jika kita mau mencobanya. Kita harus percaya dan yakkin bahwa diri kita tidak sama dengan orang lain dan bukan orang lain sehingga ketidakberhasilan orang lain belum tentu akan menjadi ketidakberhasilan bagi diri kita.