5. Memprkaya Diri Dengan Menjadi Berbeda Dari Yang Lain
Apakah kita saat ini sedang dikucilkan oleh teman-teman kita karena mereka menganggap kita adalah orang yang berperilaku aneh? Jika ya, maka kita jangan langsung berkecil hati dan mengisolasi diri. Satu hal yang harus kita perhatikan sebelum kita menghukum diri sendiri karena di anggap aneh oleh banyak orang adalah kita harus bisa bercermin dan mengevaluasi diri, mengapa banyak orang mengatakan kita aneh dan apakah keanehan yang ada dalam diri kita merugiakn banyak orang, lingkungan sekitar dan diri kita sendiri? Apakah keanehan dalam diri kita tidak sejalan deangan tujuan maupun cita-cita hidup kita? Jika kita menjawab tidak pada keduanya, maka kita seharusnya tetap berbesar hati dan tidak menghukum diri kita sendiri karena keanehan yang kita miliki merupakan sesuatu yang unik yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Kita harus mencoba membuka pandangan dan wawasan kita lebih jauh lagi karena banyak orang yang pada mulanya dianggap aneh oleh banyak orang namun setelah mereka berhasil karena keanehan dan keunikannya, maka orang tersebut akan diikuti oleh orang lain. Keunikan (differentiation) juga berlaku di dalam hokum bisnis. Suatu perusahaan perlu memiliki keunikan agar dapat bersaing dengan para competitor yang ada dan tidak menjadi perusahaan generic yang hanya sekedar bertahan hidup namun tidak dapat bekembang lebih jauh lagi.
Keunikan dan kelangkaan juga berlaku di dalam hokum alam. Hewan dan tanaman langka dilindungi oleh pemerintah dan dunia. Hewan dan tanaman langka justru dibudidayakan agar tidak punah dan jumlahnya dapat betambah. Hewan dan tanaman langka banyak diincar oleh para pemburu karena mereka dianggap unik dan bernilai sangat tinggi.
Oleh karena itu, kita harus senantiasa mengucap rasa syukur pada Allah SWT karena kita diciptakan dengan unik dan berbeda dengan yang lainnya. Sehingga kita menjadi lebih berarti dan berharga di mata Allah SWT dan dapat hidup saling melengkapi satu sama lain. Coba kita bayangkan seandainya semua manusia di bumi ini bekerja sebagai pengusaha dan pedagang dan tidak ada yang bekerja menjadi petani, dokter, guru, maka tentunya kita tidak dapat menikmati beras yang telah menjadi makanan pokok kita sehari-hari, kita tidak berobat jika kita sakit, kita tidak memiliki pendidik-pendidik yang baik.
Aneh atau tidak adalah tergantung cara kita memandang diri kita sendiri. Apakah kita menilai keanehan yang kita miliki sebagai suatu anugerah yang patut kita kembangkan atau kita menganggap kita telah dilahirkan dengan nasib yang kurang baik sehingga kita terlahir aneh dan menyesali nasib kita.
Cobalah kita mengubah cara pandang kita dalam menilai keunikan yang kita miliki. Jadikanlah keunikan dalam diri kita sebagai suatu potensi yang mungkin dapat kita kembangkan selama keunikan yang kita miliki tidak nerugikan semua pihak termasuk diri kita sendiri dan sesuai dengan tujuan hidup kita.