9. Guru Terbaik Kita Adalah Saya
Guru atau dosen biasanya mengajari kita sesuatu dengan cara memberikan penjelasan, intruksi, ataupun contoh agar kita dapat mengerti dan memahami. Selebihnya kita harus mengikuti apa yang diintruksikan oleh guru kita dengan mencoba melakukannya. Apabila saat pertama kali kita banyak mengalami kesalahan, kita diharapkan dapat mencoba melakukannya kembali dan terus mengulanginya sampai kita tidak melakukan kesalahan lagi. Pada saat itulah kita dikatakan telah menguasai apa yang telah diajarkan oleh guru kita.
Dengan demikian sebenarnya seorang guru lebih tepat jika disebut sebagai seorang pelatih (coach) karena tugasnya hanyalah sebatas memberikan pengarahan, pengetahuan, dan informasi yang cukup pada kita. Setelah itu yang membuat kita menjadi bisa dan bertambah pandai serta mahir adalah diri kita sendiri karena kita mau melakukan apa yang telah diarahkan oleh guru kita dan mengulanginya kembali sampai kita menjadi terbiasa.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa "pengalaman merupakan guru terbaik kita". Pepatah tersebut tidaklah salah, namun coba kita renungkan dari mana asal usul terjadinya suatu pengalaman. Bukankah pengalaman terjadi karena kita telah beranimencoba melakukan sesuatu? bukankah kita penyebab terjadinya suatu pengalaman? Apakah pengalaman dapat terjadi jika kita tidak mengerjakan apa-apa? Tentu tidak, bukan? Sehingga bukankah lebih tepatnya bahwa sebenarnya kitalah yang menyebabkan pengalaman tersebut terjadi sehingga kita bisa belajar darinya? Dan kita juga yang menentukan keberhasilan kita dalam melakukan sesuatu, bukan guru kita, bukan orang tua kita ataupun teman kita. Mereka semua itu hanyalah pemberi semangat , pendorong, dan pemberi arahan. Namun yang paling mementukan kita berhasil dalam melakukan sesuatu adalah diri kita sendiri.
Dengan demikian, sebenarnya kunci keberhasilan kita adalah kita menguasai suatu hal karena kita mau mencoba melakukan dan tekun untuk mengulanginya sampai suatu saat tanpa kita sadari kita sudah menjadi mahir. Itulah sebabnya mengapa banyak orang sukses meskipun mereka tidak mengenyam pendidikan yang cukup. Bahkan ada juga yang tidak duduk di bangku sekolah sama sekali namun menjadi orang yang sukses dan berhasil secara ekonomi atau berhasil dalam bidang lainnya.